PERAN
ORANGTUA DALAM PERLINDUNGAN ANAK UNTUK
PEMBENTUKAN KARAKTER SEJAK USIA DINI
Pembentukan
karakter merupakan salah satu tujuan Pendidikan nasional. Pasal 1 UUD
Sisdiknas
tahun 2003 menyatakan bahwa diantara tujuan pendidikan nasional adalah
mengembangkan
potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian, dan
ahlak
mulia. bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan ‘’Indonesia yang
cerdas, namun juga kepribadian atau karakter,sehingga nantinya akan lahir
generasi bangsa yang tumbuh dan berkembang dengan karakter yang bernapas
nilai-nilai luhur bangsa serta agama. Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak dan Pasal 26 tentang Kewajiban dan Tanggung Jawab Orangtua
dan Keluarga untuk Mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak serta
menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya.
Seperti
kita ketahui saat ini banyak kita saksikan baik secara langsung maupun melalui
media tentang tindakan kekerasan, pelecehan maupun tindakan kriminal lainnya
yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak kecil baik laki-laki maupun
perempuan. Selain itu,saat ini juga banyak orang yang beranggapan bahwa
anak-anak sekarang kurang memiliki sopan santun dan tidak dapat menunjukan
perilaku yang baik. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh lingkungan dan
pengaruh kemajuan teknologi yang sangat pesat.
Penerapan
pendidikan karakter pada anak usia dini dapat dituangkan dalam program harian,
yaitu tentang kepribadian anak, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab sehingga
anak siap mengikuti pada jenjang pendidikan selanjutnya dan masa dewasanya.
Salah satunya adalah menyiapkan anak didik yang berkarakter. Peran orang tua
menjadi sangat penting dalam pembentukan karakter anak untuk siap menghadapi
dunia di masa yang akan datang.Peran Orangtua
adalah sebagai Sumber informasi, Pendamping dan Role Model karena pada awalnya anak akan meniru perilaku
orang tuanya, karena orang tua adalah orang pertama yang dekat pertama yang
dekat dan dikagumi oleh anak. Ada 3 kunci untuk mendekati anak yaitu Diri
sendiri, Komunikasi Efektif dan Pengetahuan disesuaikan dengan tahapan
perkembangan generasi masing masing.yaitu Generasi Pejuang, Generasi X,
Generasi Millenial( pesatnya Teknologi), Generasi Z(Generasi instan 1995-2000)
atau Generasi Alpha (Lahir sekitar tahun 2011 – 2024) karena setiap generasi
tidak bisa disamakan bagaimana cara penyampaiannya.Orangtua harus bisa
mengimbangi dan memfasilitasi dengan bijak, AJAK dan AJARKAN pendidikan agama, sopan santun, tingkatkan
daya juang agar tidak mudah bosan tetap bersemangat memecahkan masalah yang
dihadapinya.
Lingkungan
rumah juga berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Hal ini dapat terlihat
dari cara berpakaian, bersikap, dan berperilaku sehari- hari seorang anak yang biasanya
tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang ada dalam lingkungan rumahnya.
Ibarat pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Kesuksesan orangtua
membimbing anaknya di usia dini sangat menentukan kesuksesan anak dalam kehidupan
sosialnya. Mereka akan tampil sebagai orang-orang yang senang belajar, terampil
menyelesaikan masalah, berkomunikasi dengan baik, berani, jujur, dapat dipercaya
dan diandalkan, penuh perhatian, tolerensi luwes serta bias bersaing dalam kehidupan
social di masa dewasanya kelak.
Dalam situasi dan kondisi pandemi COVID-19 seperti
sekarang, ketercapaian keberhasilana
pembentukan karakter akan lebih berpeluang dengan banyaknya waktu kebersamaan
anak dan orangtua di rumah. Orangtua menjadi "Rollmodel" dalam setiap perkembangan anak. Maka berhati- hatilah dalam ucapan dan tindakan.jangan sedikit banyak hanya menilai kesalahan dan kekurangan anak, tanpa menyadari kekurangan dan kesalahan orangtua terhadap anak yang selalu menuntut anak berperilaku benar.
Nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat ditanamkan pada anak usia dini
mencakup empat aspek, yaitu: aspek spiritual, aspek personal/kepribadian,
aspek sosial, dan aspek lingkungan. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan Materi pendidikan karakter tidak identik dengan mengasahkan kemampuan kognitif, tetapi pendidikan ini adalah
mengarahkan pengasahan kemampuan afektif. Metode pembelajaran karakter
ini dapat dilakukan dengan cerita-cerita keteladan seperti kisah-kisah
keteladan Nabi dan Rasul, pahlawan-pahlawan.
Selain dengan metode bercerita, dapat dilakukan dengan contextual learning,
yaitu dalam setiap pembelajaran anak-anak diberikan contoh kegiatan yang
baik secara langsung, diperlihatkan dalam tindakan-tindakan yang dilakukan
oleh pendidik.
Kejujuran.
Disiplin
3. Hal-hal yang harus diperhatikan orang tua dalam penerapan nilai-nilai
karakter
Penerapan nilai-nilai karakter anak, sebagai orang tua,kita perlu membiasakan
perilaku-perilaku yang baik sejak dini. Dengan memberikan pendidikan karakter
sejak usia dini berarti kita menyiapkan masa depan anak. Seperti ketika
membangun bangunan yang kokoh kita membutuhkan pondasi yang kokoh.
Pondasi disini merupakan penanaman nilai-nilai positif berupa dasar-dasar
spiritual yang bagus. Pendidikan karakter yang dapat dimulai dari rumah,
diantaranya :
Dengan membiasakan sikap jujur kepada anak sejak usia dini maka akan
menjadi kebiasaan yang baik untuk anak kedepannya. Contoh penerapannya :
hargai jika anak mau berkata jujur. Jangan langsung marah ketika anak
berkata jujur tentang kesalahannya, karena itu akan membuat anak takut untuk
berkata jujur kembali. Ketika anak sudah mau berkata jujur maka berilah pujian
agar anak selalu berani berkata yang sebenarnya.
Contoh tahapan mendisiplinkan anak untuk membereskan mainannya setelah
digunakan: (1) mainan yang tadinya berantakan dibereskan masuk ke kotak
kembali, (2) katakan pula kegunaannya bila anak membereskan mainannya
yaitu anak tidak akan kehilangan mainannya dan mudah untuk mencarinya
kembali bila ia ingin memainkannya lagi (tahap kedua ini bisa diulang-ulang
dengan tanya jawab dengan anak), (3) Puji anak bila tingkah lakunya sudah
1 2 NILAI-NILAI KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN
SAAT BELAJAR DARI RUMAH
Mau berbagi,
Mandiri.
Dasar dan lambang negara.
Sikap toleransi,
salah satu upaya menanamkan sikap toleransicinta damai, dan bersatu, yakni
dengan menampilkan aneka poster agama-agama di Indonesia, rumah adat,
serta kesenian tradisional. Ajari anak untuk menghargai perbedaan yang ada
dengan bersikap baik. Contoh anak memiliki teman beda agama dalam satu
kelas. Katakan kepada anak untuk tetap membantu teman tersebut saat
mengalami kesulitan. Kemudian, ajari anak menghargai ibadah teman yang
berbeda agama dengan tidak mengganggunya, untuk memunculkan rasa cinta
damai dalam diri anak,. Wujudkan rasa cinta tanah air melalui kegiatan lombalomba
di sekolah. Semisal, dengan mengadakan lomba pentas seni bertema
budaya Indonesia dan kompetisi menyanyikan lagu nasional.
Penggunaan HP, TV dan computer tidak sesuai dengan kebutuhan dan aturan
dari orang tua.
baik yaitu membereskan mainannya dan memasukkannya ke dalam kotak, (4)
Bisa terus diulang sampai kedisiplinan yang diinginkan menjadi menetap pada
anak.
menolong, dan kerja sama. Salah satu kemampuan sosial yang harus dimiliki
oleh anak,yaitu sikap empati, sehingga ia mampu untuk mengerti dan
memahami orang lain. Contohnya: membiasakan anak untuk berbagi. Misalnya,
sedekah untuk membantu sesama, menghibur temannya yang sedang sedih.
Sedangkan dalam penerapan menolong adalah anak menolong adiknya yang
jatuh, sedangkan Untuk melatih kerja sama pada anak, contoh seorang anak
membantu orang tua untuk menyiram tanaman yang ada di lingkungan sekitar
rumah dan anak juga membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah, seperti
menyapu, mengepel lantai, mencuci/ menjemur pakaian, mencuci piring.
Contoh penerapannya. Misalnya, usahakan anak makan sendiri, mengambil
minum, dan merapikan peralatan belajarnya secara mandiri. Dengan begitu, si
kecil merasa siap menghadapi kehidupan di masa mendatang.
Contoh untuk mengenalkan dasar dan lambang negara pada anak adalah
dengan menyusun puzzle sesuai dengan lambang yang ada, mewarnai,
menggambar, menggunting dan menempel bendera/lambang negara.
Contohnya cara mengatasinya: menyeleksi beberapa game dan aplikasi yang
membuat anak dapat belajar membaca, berhitung, atau hal lain yang
bermanfaat,







0 komentar:
Posting Komentar