• perangkat KBM
  • Organisasi Profesi Guru

    Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

    Tema Gambar Slide 2

    Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

    Tema Gambar Slide 3

    Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

    Minggu, 15 Agustus 2021

    REKAM JEJAK DALAM GAWAI

     KATA PENGANTAR


    Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Buku Kumpulan Puisi “ Rekam Jejak dalam Sajak “ ini. Buku ini berisi puisi-puisi kehidupan sehari-hari yang  direkam Penulis dalam gawai  setiap peristiwanya.Berbagai perasaan muncul menjadi satu mewakili setiap peristiwa yang dialami tanpa bermaksud menyinggung siapapun yang mungkin kebetulan sama perasaan , tempat dan waktu yang tersusun dalam puisinya.

    Penulis mengucapkan terima kasih kepada suami tercinta (Asep Supriatna) dan Putra-putri tercinta (Aa Hafizh, Aa Ihsan dan Neng Jihan) yang telah banyak memberi dukungan dan pengertiannya selama Penulis menyusun puisi-puisinya.

    Penulis berharap buku ini dapat bermanfaat untuk Penulis khususnya dan Pembaca pada umumnya , dan Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan.Saran, masukan, dan kritikan yang bersifat membangun sangat Penulis harapkan untuk perbaikan buku ini.


    Air Putih,  Desember 2019


    Penulis







    ENAKNYA


    Enaknya

    Yang punya jabatan dan kekuasaan

    Bisa lakukan apapun sekehendak hati dan pikiran

    Tanpa memikirkan sulit, susah ribet yang menjalankan

    Yang penting kinerjanya kelihatan banyak orang

    Aktif kreatif banyak rencana yang di realisasikan

    Tak peduli pagi, siang ataupun malam

    Telunjuk yang lentik tak henti  bergoyang

    Menunjuk sekeliling kiri dan kanan

    Seiring pandangan yang mencari sasaran

    Enaknya

    Teriakan perintah terdengar berulang bergantian

    Ayo segera siapkan !

    Ayo segera kerjakan !

    Ayo segera sampaikan !

    Ayo segera realisasikan !

     Ayo segera sukseskan!

     Ayo siapkan alat dan bahan !

    Ayo siapkan pembayaran!

    Jangan lupa untuk makan-makan!

    Berkoar tak perlu pengertian apalagi perhatian

    Jauh tak sampai kebijaksanaan

    Semua terjadi tanpa di rencanakan


    yoens

    Air Putih, Desember 2019



    MENGINCAR


    Perlahan jalan berputar

    Menatap sekeliling mengincar

    Detak jantung kencang berdebar

    Meredam asa yang semakin liar

    Bermula  bisa bersabar

    Ikuti alur sesuai nalar

    Melangkah pasti karena tenar

    Merasa diri paling pintar

    Merasa diri paling benar

    Kuasa sukma  memudar

    Mengumpat sesumbar

    Berulang berkoar-koar

    Terdengar Menggema menggelegar

    Kilat petir sertai menyambar

    Tak segan menampar

    Luapkan amarah tanpa sadar

    Serentak merintih disekitar

    Bisikan istighfar

    Kejauhan samar-samar

    Tersebar Terdengar

    Allohu Akbar

    Allohu Akbar

    Allohu akbar

    Bangkitkan niat semangat berkobar

    Semai iman sedemikian menghampar


    Yoens

    Air Putih, Desember 2019


    ENE

    Ene

    Hanya itu panggilanmu yang kutahu

    Anak – anak beserta cucu – cucumu

    Semua memanggilmu Ene

    Ene hanya panggilan singkat nenek

    Ibu dari anak- anakmu 

    Yang kini sudah menjadi seorang ayah dan ibu.

    Ene

    Sosok wanita tangguh yang kukenal

    Sepuluh putra dan putri lahir dari rahimmu

    Sepuluh kali bahkan lebih Engkau pertaruhkan 

    Hidup mati nyawapun Engkau relakan

    Demi keselamatan putra putrimu yang Kau sayang.

    Ene

    Banting tulang Kau perjuangkan

    Siang malam selalu bertahan

    Mencari nafkah dengan penuh kesusahan

    Demi putra putrimu bisa makan

    Bahkan berkesempatan mengenyam bangku sekolahan.

    Ene

    Maafkan aku anakmu yang durhaka ini

    Telah suudzon berburuk sangka padamu

    Kau buang aku kau pilih kasihkan aku

    Kau biarkan aku hidup tanpa peluk kasihmu

    Sementara sembilan kakak beradikku 

    Bisa hidup senang dan tenang dalam buaianmu

    Ene

    Maafkan aku anakmu yang berdosa ini

    Pernah terselip kebencian dalam hatiku

    Setelah kutahu Engkau ibu kandungku

    Setelah kutahu mengapa hanya aku

    Yang Engkau biarkan aku tanpa perhatianmu.

    Ene

    Maafkan aku anakmu yang dzolim ini

    Setelah kini beranjak dewasa

    Dan merasakan mempunyai keluarga  kecil sendiri

    Bersama suami dan anak-anak yang sehat

    Baru ku mengetahui dan mengerti

    Alasanmu semua untuk kebahagiaanku semata.

    Ene

    Kini kurasakan bagaimana lelah dan susahnya

    Mencari materi untuk mencukupi anak dan keluarga

    Betapa terpuruknya aku tanpa bantuan dan do’amu

    Terlebih pertahankan hidup diperantauan

    yang penuh halangan rintangan dan cacian

    Ene

    Maafkan aku yang lemah ini

    Tetaplah do’akan dan bimbing aku

    Walau jarak dan waktu yang memisahkan

    Menjadi sekat dan jeda raga kita

    Namun lekat erat dan dekat

    Sukma kita dalam do’a


    Yoens

    AirPutih,Desember 2019


    Kelu beku membisu

    Biru lebam termangu

    Menengadah hati jerambah

    Tertatuh letih setiap langkah

    Menopang sukma berkecamuk resah

    Membelai raga pasrah menyerah 

    Bergejolak asa yang mulai gundah

    Kuatkan iman yang sudah goyah


    Bertubi-tubi ancaman memanah

    Tancapkan luka bersimbah darah

    Menyayat mengiris kulit berurat

    Tuliskan takdirMU cepat tersirat

    Menampar diri dari maksiat

    Sekelebat kilat harap taubat

    Istighfar setiap saat mendekat


    Yakin percaya adanya malaikat

    Setiap detik detak mencatat

    Amal baik ataupun jahat

    Tak kan keliru walau berdebat

    Bersujud simpuh bermunajat

    Dalam lindunganNya bisa selamat

    Di dunia dan di akhirat


    Yoens

    Airputih ,13 Desember 2019


    Senja enggan bertanya

    Kapan kita kan berjumpa bersua

    Hanya  melambai menyapa

    Hembusan angin di daun kelapa

    Akankah waktu kita yang tersisa

    Ulangi kenangan istimewa

    Antara aku, kamu dan mereka

    Beserta dia yang jauh disana


    Hanya ceritanya saja

    Yang terdengar samar tak sengaja

    Berjuang bertahan ikhtiarnya

    Cinta kasih sayang berbalut do’a

    Tercurah sembah sujud munajat padaNYA

    Maha Pemilik hati setiap hamba

    Memberi tempat layak terbaik untuknya

    Seharum dan seindah syurga



    Yoens

    Air Putih,13 Desember 2019




    KEJAMNYA KEBEBASAN

    Kebebasan itu hakmu

    Percaya atau tidak terserahmu

    Tak bisa kupaksakan kuharapkan

    Istimewakan jauh dari buaian

    Apresiasi jauh dari prestasi

    Harta, tahta jauh dari kursi

    Pasrah bukan ku tak perduli

    Amarah membuncah pecah dihati

    Menyemai kebencian yang terpatri

    Tertanam tenggelam bak belati

    Menusuk menancap sanubari

    Berarak bergulung berkejaran

    Putih berganti hitam kelam

    Sinar mentari cerah memburam

    Semilir angin tak lagi meredam

    Berlari berlomba menuju malam

    Senjapun tak kuasa terdiam

    Terkunci hati mulut terbungkam

    Petir menyambar bebas menikam

    Menggelepar sukma melayang

    Tinggalkan raga berserta bayang

    Merekam jejak cerita siang

    Hingga pagi datang menjelang


    Yoens

    Air Putih, 02 Desember 2019

    PENYESALAN


    Hancur kurasakan

    Terperanjat tersadarkan

    Terbelalak pandangan

    Tersentak tak tertahankan

    Sesak sesal tak terelakkan

    Menghantam ulu hati tak berkesudahan

    Menyayat sukma perih tak tertahankan

    Gagal

    Kembali ku menyesal

    Aliran darah seakan menggumpal

    Meredam asa yang setimpal

    Hadiah buatku yang lalai

    Berkedok topeng lemah gemulai

    Sepak terjang tak pernah sampai

    Menuju puncak tak tercapai 

    Sedih, semangat ataukah putus asa?

    Tak ada pilihan yang berguna

    Berusaha tegarkan raga siap sedia

    Obati sukma ikhlas rela

    Beranjak membasuh

     Bersujud bersimpuh

     Pasrahkan merapuh

    Puaskan mengeluh

    Berdo’a padaNYa senjata ampuh

    Kuhanya insan biasa

     Sudah berusaha semampuku

     Jalankan semua aturan yang berlaku

    Namun tak kuasa dengan kehendakNya

    Sabar’ sabar ikhlas menerima


    Yoens

    Air Putih, 28 November 2019 



    TAK JEMU MERAYU


    Detik berlalu seiring waktu

    Detak jantung turut berpacu

    Denyut nadi berlomba menuju hulu

    Berlari berkejajaran tiada jemu

    Selusuri arah jalan yang tertentu

    Menyelinap  sekejap hindari halu

    Tersadar diri tersipu malu

    Waktu itu

    Bersamamu

    Terdiam beku kelu membisu

    Kendalikan angan yang kian menggebu

    Tak jemu merayu

    Dengan basuhan air wudhu


    Yoens

    Siak, 04 Januari 2020



    CURIGAMU MEMBELENGGU


    Insan lemah takdir ragaku

    Tunduk patuh tak mengeluh

    Pahit getir bengisnya liku kehidupan 

    Melalui Langkah kaki gontai berjalan

    Menyusuri alur kehidupan

    Menyambut hari memintal rasa

    Berharap bisa wujudkan semua cita

    Tergelincir diantara kerikil kecil 

    Tak berdarah namun terasa getir

    Rinai buliran bening mengalir

    Membersamai senja yang tersingkir

    Sayup layu rona membisu 

    Menggapai rembulan tersipu

    Asa meronta ragapun kaku

    Terdiam terpaku 



    DIANTARA KITA


    Tanpa sengaja dan rencana

    Akhirnya kita bisa juga

    Berjumpa dan bersua

    Kembali membersamai senja

    Setelah sekian lama

    Waktu berlalu membentang jeda

    Diantara kita berdua

    Aku disini, kamu disana

    Dalam satu kehidupan fana

    Satu hal dan lain sebagainya

    Menjeda kebersamaan kita

    Merenggut  pintalan kisah kasih yang ada

    Sepanjang jalan kenangan dimasanya

    Memang jelas kelihatan mata

    Perbedaan itu fakta adanya

    Hati berkata tak bisa memaksa

    Kita berdua pernah bersama

    Susah senang silih berganti

    Panas dan hujanpun mengiringi

    Merajut pintalan do’a setiap hari

    Menjahit harap dan cita serta mimpi

    Tak bersama bukan berarti

    Do’a dan silaturahmi kan terhenti

    Disini.

    Yoens, Air Putih 07032020


    HANYA LIBURAN BIASA

    Hampir setiap hari setiap waktu

    Bergelut dengan tas, pensil dan buku

    Sudah menjadi tugas kewajibanmu

    Seorang anak menuntut ilmu

    Sebagai kelak bekal hidupmu

    Kulihat tekad dan semangatmu

    Kerjakan tugasmu tiada jemu

    Berusaha untuk tepat waktu

    Bertemu waktu berpadu

    Buktikan hasil kerja kerasmu



    SABAR

    Berusaha berikhtiar

    Merealisasikan semua rencana yang terpapar

    Perlahan merangkak bertahap menebar

    Benih – benih bibit yang terpilih berbinar

    Berinovasi di antara semak belukar

    Berusaha berikhtiar

    Langkah gontai namun tegar

    Menyusuri cobaan yang terhampar

    Sesekali menggelitik mencubit menampar

    Menusuk sukma pada  raga yang hambar

    Berusaha berikhtiar

    Meracik bumbu dalam menu yang segar

    Memilah persiapan segudang sabar

    Menyuguhkan kreasi dan inovasi 

     SELEKSI LOMBA  KEGIATAN IGTKI - PGRI

    MATERI MENDONGENG TANPA ALAT

    YANG BERJUDUL

    MUCIL DAN KERA YANG SOMBONG





    KARYA

    YUYUN PUSPA DEWI,S.Pd





    TAMAN KANAK-KANAK TUNAS HARAPAN AIR PUTIH

    KECAMATAN LUBUK BATU JAYA KABUPATEN INDRAGIRI HULU RIAU

    2019

    PROFIL PENULIS





    Yuyun Puspa Dewi, S.Pd . Lahir di Batujajar, 01 Desember 1979.Pendidikan dari SDN SINARJAYA II , MTs Al- IHSAN BATUJAJAR,MAN 01 CILILIN KABUPATEN BANDUNG dan lulus Sarjana Pendidikan Tahun 2017 di FKIP PGPAUD-UT UPBJJ PEKANBARU. Guru Kelas di TK TUNAS HARAPAN Air putih sejak Januari 2015.














    KARAKTER TOKOH DONGENG


    Mucil {Semut Kecil}(pekerja keras, patuh dan suka berteman)

    Kera (angkuh dan sombong)

    Ibu Ratu Semut (penyayang dan bijaksana)













    Mucil dan Kera yang sombong

    Dipinggiran sungai terlihat  seekor Semut kecil  sedang berusaha menyeret sepotong roti yang di temukan diantara tumpukan sampah-sampah bekas orang yang mancing ikan, dengan sekuat tenaga Mucil  mencoba membawa sepotong roti itu menuju sarangnya. Namun apalah daya Mucil tak kuat jika sendirian membawa sepotong roti itu.Di perjalanan Mucil  bertemu dengan Kera   yang kebetulan lewat di pinggiran sungai itu.

    “Hai semut sedang apa kamu sendirian disini?” tanya kera.

    “ooohhh..,aku sedang mencari makanan wahai kera.” Jawab Mucil.

    “kebetulan jumpa kamu disini, bisakah kamu membantuku?” tanya Mucil penuh harap.

    “bantu apa?” tanya Kera balik bertanya.

    “tolong bantu aku bawakan sepotong roti ini ke sarang kami!” pinta Mucil.

    “ waaahh...aku sedang sibuk! Jadi aku tak bisa membantumu.” Jawab Kera  dengan sombongnya,

    “oh ya sudah  tidak apa-apa, biar aku cari teman-temanku yang lain.” Jawab Mucil meninggalkan si Kera yang sombong.Tak lama Mucil berjalan terlihat beberapa ekor semut datang dan menghampiri Mucil yang sedang kebingungan.

    “hai Mucil, apakabar? Kamu sedang apa di pinggiran sungai ini?  Padahal cuaca  akan turun hujan.“ tanya semut yang lain sambil bersalaman, berpelukan satu sama lainnya.

    “aku baik-baik saja teman, hanya aku sedang bingung bagaimana caranya aku membawa sepotong roti ini ke sarang kita?” jawab Mucil menjelaskan.

    “ Mengapa harus bingung Mucil? Kitakan bersaudara jadi kita bisa bergotong royong membawa roti ini ke sarang kita.” Jawab semut yang lain. Mereka bergegas mengatur strategi  bagaimana bisa membawa sepotong roti ini dengan cepat ke sarang mereka.

    “1...2..3... ayo angkat” mereka bersahutan menghitung aba-aba mulai.Dengan semangat Mucil dan teman-teman membawa sepotong roti itu  menuju ke sarang mereka.

    Namun tanpa mereka sadari si Kera masih memperhatikan Mucil dan teman-teman.Kera mengikuti lperjalanan Mucil sambil bergelantungan memamerkan makanan yang di dapatnya.

    “Hai semut-semut bodoh...!  hanya  sepotong roti saja jadi rebutan, tidak bakalan kenyang!” kata Kera menghina.

    “ Kami bukan berebut roti ini Kera, tapi beginilah cara kerja kami yang sudah ibu Ratu contohkan pada kami” jawab Mucil menjelaskan.

    “ Pantas saja badan kalian tak bisa  tumbuh besar dan pintar sepertiku , kalian harus bekerja keras mencari makan tapi diberi makannya sedikit.!” Kata Kera kembali mengejek Mucil dan teman- temannya.

    “Hemmmmmmmm” gumam Mucil dalam hati,

    Mucil dan teman-teman terus berjalan  menyusuri pinggiran sungai dan bertemu ibu Ratu disana.

    “Salam Hormat kami Ibu Ratu...” kata Mucil dan teman-teman memberi hormat pada Ibu Ratu pemimpin mereka.Ibu Ratu yang selalu membimbing, melindungi serta merawat mereka sejak kecil dengan penuh kasih sayang.

    “Salam kembali wahai anak-anakku, darimana saja kalian?” tanya Ibu Ratu cemas

    “Ibu sangat khawatir dengan keadaan kalian yang tak tak kunjung pulang ke  sarang.” Kata ibu Ratu.

    “Kami baik-baik saja Ibu,kami bawakan makanan walau hanya sepotong roti untuk bekal makanan kita bersama-sama.” Jawab Mucil  mewakili teman-temannya.

    “Alhamdulillah, ayo ibu  Ratu bantu bawakan” kata ibu Ratu 

    Begitulah keseharian sekelompok semut yang  patuh pada perintah Ibu Ratu yang selama ini melindungi dan menyayangi mereka semua,mereka bekerja keras mencari dan membawa makanan secara bekerjasama bergotong royong,saling menyapa dan berjabat tangan sesama teman serta tidak sombong.

    Namun di sepanjang perjalanan Mucil, Ibu Ratu dan semut-semut lainnya ternyata si Kera yang sombong  terus bergelantungan mengikuti.

    “benar-benar bodoh ya kalian itu, wahai semut!”biarkanlah Ibu Ratumu yang membawa sepotong roti itu, badan Ibu Ratu kan lebih besar pasti kuat membawanya sendirian.” Kata Kera kembali mengejek.dengan asyiknya Kera bergelantungan dari dahan setiap pohon yang semut lalui sambil makan pisang dan terkadang membuang bekas gigitannya ke arah rombongan semut.

    “ nich... aku  bantu bagi makanan untuk kalian semut” kata Kera sambil membuang potongan pisang yang hampir saja mengenai tubuh Mucil dan teman-temanya. Begitu sombongnya sikap Kera sehingga sikap dan perkataannya  suatu saat akan jadi malapetaka buat si Kera.

    “ aduh...! sakit tau!” kata Mucil yang terkena jatuhan potongan pisang.

    “Awas ya Kera akan aku balas!” kata Mucil kesal.

    Menyaksikan kelakuan si Kera Ibu Ratu sangat khawatir dengan keselamatan anak-anaknya, dan Ibu Ratu mencoba menenangkan anak-anaknya.

    “sabar nak, jangan terpengaruh dengan ucapan si Kera. Biarkan dia kena karmanya sendiri.” Tegas ibu Ratu pada Mucil yang masih merasa kesakitan.

    “ayo kita lanjutkan perjalanan,” ajak Ibu Ratu

    Tak lama waktu berlalu terdengar teriakan dan rintihan kesakitan si Kera dari kejauhan

    “Aduuuuuuuuhhh....sakiiiittt.....”

    “Aduuuuuuuuhhhh...ampuuuun...!” teriak si Kera berulang kali terdengar.

    Setelah di dekati ternyata si Kera menabrak sarang lebah yang tergantung di antara dahan-dahan pohon yang di laluinya.Si kera tak memperhatikan jalan sehingga tanpa dia ketahui ada sarang lebah dan ditabraknya.Tak bisa mengelak lagi, merasa lebah-lebah itu terusik dan sarangnya jadi rusak akhirnya mereka menyerang balik si kera dengan menyengat tubuh kera beramai-ramai.Itulah balasan bagi siapapun yang suka menghina, mengejek serta sombong kelakuannya.





     


    Pembelajaran yang bisa di petik dari kisah dongeng ini adalah upaya penguatan pendidikan karakter anak usia dini  diantaranya:

    Bersyukur atas nikmat rezeqy Tuhan .

    Saling menghargai dan menyayangi sesama makhluk Tuhan.

    Kerjasama dan gotong royong.

    Bekerja keras dan pantang menyerah.

    Hormat dan patuh pada perintah orangtua

    Mau berbagi makanan

    Hemat dan tidak menghambur-hamburkan makanan

    Tidak berkata kotor dan mengejek oranglain.

    Tepuk Tangan suka suka


     Bertepuk tangan suka-suka 

    Tangan di kepala 

    Tangan di dada 

    Tangan direntangkan 

    Tangan dibelakang 

    Apa kabar kawan Ci Luk Baaaa 

    Apakabar kawan Ci Luk Baaaa

    Aku diriku sendiri

     Aku  diriku  sendiri


    Aku diriku sendiri 

    kamu dirimu sendiri 

    aku dan kamu sama sama 

    ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa 


    aku punya mata 

    kamu juga punya 

    aku punya hidung 

    kamu juga punya 

    aku punya mulut 

    kamu juga punya 

    aku dan kamu adalah diri sendiri 


    Aku punya telinga 

    kamu juga punya 

    aku punya tangan 

    kamu juga punya 

    aku punya kaki 

    kamu jiga punya 

    aku dan kamu adalah diri sendiri


















    PERAN ORANGTUA DALAM PERLINDUNGAN ANAK UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER SEJAK USIA DINI

     

    PERAN ORANGTUA DALAM PERLINDUNGAN ANAK UNTUK  PEMBENTUKAN KARAKTER SEJAK USIA DINI



    Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan Pendidikan nasional. Pasal 1 UUD

    Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa diantara tujuan pendidikan nasional adalah

    mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian, dan

    ahlak mulia. bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan ‘’Indonesia yang cerdas, namun juga kepribadian atau karakter,sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh dan berkembang dengan karakter yang bernapas nilai-nilai luhur bangsa serta agama. Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 26 tentang Kewajiban dan Tanggung Jawab Orangtua dan Keluarga untuk Mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak serta menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya.

    Seperti kita ketahui saat ini banyak kita saksikan baik secara langsung maupun melalui media tentang tindakan kekerasan, pelecehan maupun tindakan kriminal lainnya yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak kecil baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu,saat ini juga banyak orang yang beranggapan bahwa anak-anak sekarang kurang memiliki sopan santun dan tidak dapat menunjukan perilaku yang baik. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh lingkungan dan pengaruh kemajuan teknologi yang sangat pesat.

    Penerapan pendidikan karakter pada anak usia dini dapat dituangkan dalam program harian, yaitu tentang kepribadian anak, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab sehingga anak siap mengikuti pada jenjang pendidikan selanjutnya dan masa dewasanya. Salah satunya adalah menyiapkan anak didik yang berkarakter. Peran orang tua menjadi sangat penting dalam pembentukan karakter anak untuk siap menghadapi dunia di masa yang akan datang.Peran Orangtua  adalah sebagai Sumber informasi, Pendamping dan Role Model  karena pada awalnya anak akan meniru perilaku orang tuanya, karena orang tua adalah orang pertama yang dekat pertama yang dekat dan dikagumi oleh anak. Ada 3 kunci untuk mendekati anak yaitu Diri sendiri, Komunikasi Efektif dan Pengetahuan disesuaikan dengan tahapan perkembangan generasi masing masing.yaitu Generasi Pejuang, Generasi X, Generasi Millenial( pesatnya Teknologi), Generasi Z(Generasi instan 1995-2000) atau Generasi Alpha (Lahir sekitar tahun 2011 – 2024) karena setiap generasi tidak bisa disamakan bagaimana cara penyampaiannya.Orangtua harus bisa mengimbangi dan memfasilitasi dengan bijak, AJAK dan AJARKAN  pendidikan agama, sopan santun, tingkatkan daya juang agar tidak mudah bosan tetap bersemangat memecahkan masalah yang dihadapinya.

    Lingkungan rumah juga berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Hal ini dapat terlihat dari cara berpakaian, bersikap, dan berperilaku sehari- hari seorang anak yang biasanya tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang ada dalam lingkungan rumahnya. Ibarat pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Kesuksesan orangtua membimbing anaknya di usia dini sangat menentukan kesuksesan anak dalam kehidupan sosialnya. Mereka akan tampil sebagai orang-orang yang senang belajar, terampil menyelesaikan masalah, berkomunikasi dengan baik, berani, jujur, dapat dipercaya dan diandalkan, penuh perhatian, tolerensi luwes serta bias bersaing dalam kehidupan social di masa dewasanya kelak.

    Dalam situasi dan kondisi pandemi COVID-19 seperti sekarang, ketercapaian  keberhasilana pembentukan karakter akan lebih berpeluang dengan banyaknya waktu kebersamaan anak dan orangtua di rumah. Orangtua menjadi "Rollmodel" dalam setiap perkembangan anak. Maka berhati- hatilah dalam ucapan dan tindakan.jangan sedikit banyak hanya menilai kesalahan dan kekurangan anak, tanpa menyadari kekurangan dan kesalahan orangtua terhadap anak yang selalu menuntut anak berperilaku benar.

    Nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat ditanamkan pada anak usia dini

    mencakup empat aspek, yaitu: aspek spiritual, aspek personal/kepribadian,

    aspek sosial, dan aspek lingkungan. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan  Materi pendidikan karakter tidak identik dengan mengasahkan kemampuan kognitif, tetapi pendidikan ini adalah

    mengarahkan pengasahan kemampuan afektif. Metode pembelajaran karakter

    ini dapat dilakukan dengan cerita-cerita keteladan seperti kisah-kisah

    keteladan Nabi dan Rasul, pahlawan-pahlawan.

    Selain dengan metode bercerita, dapat dilakukan dengan contextual learning,

    yaitu dalam setiap pembelajaran anak-anak diberikan contoh kegiatan yang

    baik secara langsung, diperlihatkan dalam tindakan-tindakan yang dilakukan

    oleh pendidik.

    Kejujuran.

    Disiplin

    3. Hal-hal yang harus diperhatikan orang tua dalam penerapan nilai-nilai

    karakter

    Penerapan nilai-nilai karakter anak, sebagai orang tua,kita perlu membiasakan

    perilaku-perilaku yang baik sejak dini. Dengan memberikan pendidikan karakter

    sejak usia dini berarti kita menyiapkan masa depan anak. Seperti ketika

    membangun bangunan yang kokoh kita membutuhkan pondasi yang kokoh.

    Pondasi disini merupakan penanaman nilai-nilai positif berupa dasar-dasar

    spiritual yang bagus. Pendidikan karakter yang dapat dimulai dari rumah,

    diantaranya :

    Dengan membiasakan sikap jujur kepada anak sejak usia dini maka akan

    menjadi kebiasaan yang baik untuk anak kedepannya. Contoh penerapannya :

    hargai jika anak mau berkata jujur. Jangan langsung marah ketika anak

    berkata jujur tentang kesalahannya, karena itu akan membuat anak takut untuk

    berkata jujur kembali. Ketika anak sudah mau berkata jujur maka berilah pujian

    agar anak selalu berani berkata yang sebenarnya.

    Contoh tahapan mendisiplinkan anak untuk membereskan mainannya setelah

    digunakan: (1) mainan yang tadinya berantakan dibereskan masuk ke kotak

    kembali, (2) katakan pula kegunaannya bila anak membereskan mainannya

    yaitu anak tidak akan kehilangan mainannya dan mudah untuk mencarinya

    kembali bila ia ingin memainkannya lagi (tahap kedua ini bisa diulang-ulang

    dengan tanya jawab dengan anak), (3) Puji anak bila tingkah lakunya sudah

    1 2 NILAI-NILAI KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN

    SAAT BELAJAR DARI RUMAH

    Mau berbagi,

    Mandiri.

    Dasar dan lambang negara.

    Sikap toleransi,

    salah satu upaya menanamkan sikap toleransicinta damai, dan bersatu, yakni

    dengan menampilkan aneka poster agama-agama di Indonesia, rumah adat,

    serta kesenian tradisional. Ajari anak untuk menghargai perbedaan yang ada

    dengan bersikap baik. Contoh anak memiliki teman beda agama dalam satu

    kelas. Katakan kepada anak untuk tetap membantu teman tersebut saat

    mengalami kesulitan. Kemudian, ajari anak menghargai ibadah teman yang

    berbeda agama dengan tidak mengganggunya, untuk memunculkan rasa cinta

    damai dalam diri anak,. Wujudkan rasa cinta tanah air melalui kegiatan lombalomba

    di sekolah. Semisal, dengan mengadakan lomba pentas seni bertema

    budaya Indonesia dan kompetisi menyanyikan lagu nasional.

    Penggunaan HP, TV dan computer tidak sesuai dengan kebutuhan dan aturan

    dari orang tua.

    baik yaitu membereskan mainannya dan memasukkannya ke dalam kotak, (4)

    Bisa terus diulang sampai kedisiplinan yang diinginkan menjadi menetap pada

    anak.

    menolong, dan kerja sama. Salah satu kemampuan sosial yang harus dimiliki

    oleh anak,yaitu sikap empati, sehingga ia mampu untuk mengerti dan

    memahami orang lain. Contohnya: membiasakan anak untuk berbagi. Misalnya,

    sedekah untuk membantu sesama, menghibur temannya yang sedang sedih.

    Sedangkan dalam penerapan menolong adalah anak menolong adiknya yang

    jatuh, sedangkan Untuk melatih kerja sama pada anak, contoh seorang anak

    membantu orang tua untuk menyiram tanaman yang ada di lingkungan sekitar

    rumah dan anak juga membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah, seperti

    menyapu, mengepel lantai, mencuci/ menjemur pakaian, mencuci piring.

    Contoh penerapannya. Misalnya, usahakan anak makan sendiri, mengambil

    minum, dan merapikan peralatan belajarnya secara mandiri. Dengan begitu, si

    kecil merasa siap menghadapi kehidupan di masa mendatang.

    Contoh untuk mengenalkan dasar dan lambang negara pada anak adalah

    dengan menyusun puzzle sesuai dengan lambang yang ada, mewarnai,

    menggambar, menggunting dan menempel bendera/lambang negara.

    Contohnya cara mengatasinya: menyeleksi beberapa game dan aplikasi yang

    membuat anak dapat belajar membaca, berhitung, atau hal lain yang

    bermanfaat,

    Sabtu, 14 Agustus 2021

    Rppm kelompok A kurikulum 2013

    Sebagai contoh pendidik AUD dapat melihat RPPM  Kurikulum 2013

    Selasa, 02 April 2019

    Soal online pendidik PAUD

    Silahkan kerjakan soal-soal dibawah ini dengan benar!